Jumat, 21 Desember 2018

Apakah Kau Adalah Dirimu ?

Era, masa yang terus bergerak maju tapi terkadang kita manusia sering terjebak didalam arus perkembangan era itu sendiri, ada yang tertinggal , ada yang terlalu menikmati sehingga meninggalkan kehidupan sosial dan menanggalkan moralnya demi menikmati era itu sendiri yang belum tentu menyediakan kebutuhan atau rasa aman. Era mengubah kita, membuat kita acuh, ego, masa bodoh, dan tamak.
Era itu tak berperasaan kawan, dia hanya maju tanpa melihat keadaan kita. Kita hanya akan menderita terus menerus didunia ini saat kita mengejarnya. Penyebab kita mengejar era adalah kelemahan alami manusia. Kelemahan kita adalah ego diri, diri kita sudah tercipta lemah dengan semua kerapuhan yang telah tertanam. Musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri , akal menghancurkan, perasaan berkhianat, itulah proses tumbuh manusia walau pahit tapi itu pasti dialami tiap-tiap dari kita.



Lantas bagaimana cara kita menghadapi diri kita sendiri ?

Menurut penulis pribadi kesadaran diri dan menerima diri apa adanya ialah kunci jawaban dari masalah umum tapi mendalam ini. Kita harus mulai mengerti diri sendiri, menyadari kesalahan dan kebaikan yang pernah kita lakukan, kemampuan dan ketidakmampuan kita, tindakan kita , perasaan kita dan tujuan hidup kita. Mari kita mulai mencari semua itu keberadaan dan nilai kita hidup selama ini apakah kita hidup untuk diri sendiri atau keluarga atau orang lain atau untuk Sang Maha Pencipta Allah SWT. Kita sering merasa sendiri, sepi dan hampa padahal kita memiliki semuanya keluarga, harta, tahta atau hal lain di "dunia" ini yang berguna lagi berharga , itu terjadi karena ketidakmampuan ketidakmauan kita dalam mencari kesadaran diri.

Kenapa seperti itu ?

Itulah manusia , mudah teralihkan. Padahal hal-hal buruk juga bagian dari hidup, justru keburukan itu yang menyebabkan kita berusaha, bergerak, mencari jati diri dan kesadaran. Tapi apa yang kita lakukan selama ini ? hanya satu yang selalu kita lakukan yaitu...

KITA EGO

Tidak mau tahu, tidak mau mengerti, tidak mau memahami, acuh, abai. Padahal kita bisa saling membantu mencari kesadaran itu tapi apa yang kita lakukan, hanya tindakan acuh yang kita lakukan. Rasa senang yang didapatkan mengalihkan semuanya alhasil kita hanya manusia tanpa arti yang merusak hidup kita sendiri, merusak hidup orang lain. Memutuskan harapan dan kepercayaan orang lain sudah biasa bagi manusia pengejar era.
Kuminta kawan jangan terbawa hanyut era, lawanlah, lawan dengan segenap kemampuanmu. Jangan menyerah pada keadaan ,bangkitlah.Ubahlah dirimu, buatlah langka pertama yang dikata orang sungguh berat, majulah lawan dirimu, jangan berhenti ditengah jalan. jangan ragu terus maju, jadilah dirimu sendiri.
Dengan menjadi diri sendiri kita bisa menyadari siapa diri kita sebenarnya. Juga cintailah dirimu sendiri dengan begitu kamu tahu bahwa dirimu juga bernilai.



Kesimpulannya adalah kita harus tahu, sadar, paham, menerima, dan mencintai diri kita sendiri agar kita menjadi apa itu manusia yang bermartabat dan berguna. Sehingga kita bisa menghadapi dunia dan era-era didalamnya. Kita adalah makhluk yang telah diberi kebebasan oleh Allah untuk menentukan apakah kita akan menjadi berguna atau tidak, semua kembali kepada kita sendiri. Penulis harap postingan ini ada manfaatnya untuk kita semua walau sedikit terutama penulis sendiri. Jadi semua bergantung pada dirimu sendiri, pemulis sendiri ingin bermartabat dan berguna.  
So what's your answer ?


" For me, life is something that we can understand yet we don't understand. But if you persist you can learn it by looking at yourself."

Jumat, 14 Desember 2018

Ciri Generasi Millenial



Generasi Millenial atau dapat pula disebut generasi Y adalah generasi yang lahir setelah generasi X yaitu pada era pancaroba dalam bidang teknologi (sekitar 1980-2000). Selain itu, saat ini generasi millenial menganggap kehidupan sosial sebagai aspek yang penting. Berbagai kemajuan teknologi, dan perilaku konsumtif memang lekat sebagai karakteristik era millenial ini. Generasi ini pun memiliki beberapa ciri dasar sebagai berikut :

  • Mudah Bosan Dengan Barang Yang Telah Dibeli
Millenials memang punya jurus gercep alias gerak cepat kalau sedang keluar produk baru. Dengan mudahnya mengakses internet, tinggal pencet, dan dapatlah akhirnya barang yang diidam-idamkan. Tapi di balik itu, ternyata kaum millennial mudah bosan dengan barang yang mereka miliki lho! Makannya gak heran, barang-barang mereka biasanya berakhir di situs jual beli online.(bisa jadi pribadi konsumtif loh 😁😁😁)


Image result for picture of millennials goods

  •  Terikat Teknologi
Tidak perduli tua atau muda, rasanya gadget saat ini menjadi separuh jiwa mereka. Memang, kemudahan-kemudahan yang ditawarkan, ditambah dengan akses internet tak terbatas membuat para milenial betah berselancar dengan gadgetnya. Bukan itu saja, dalam pendidikan dan dunia kerja saat ini pun rasanya takkan lengkap jika tak memanfaatkan kecanggihan teknologi. Tidak heran, kalau masyarakat khususnya kaum milenial nggak bisa melepas gadget dari genggaman.
Image result for picture of millennials goods


  • Suka Hal Praktis Dan Instan 
Sekali lagi, perkembangan teknologi telah mempengaruhi para millennial untuk mendapatkan hal yang diingin tanpa menunggu lama. Selain itu, mobilitas yang padat semakin membuat mereka memilih yang serba instan dan tak merepotkan. Mau beli barang ? Tinggal pencet. Mau makan? Tinggal pencet juga. Walaupun begitu, bagi orang yang jeli ternyata keadaan ini bisa jadi peluang yang menguntungkan, misalnya saja berbisnis jasa titip barang.

Image result for picture of millennials online shopping

  • Perilaku Yang Berbeda Di Setiap Grup
 Bercengkrama satu sama lain tidak harus berkumpul di suatu tempat melainkan melalui sosial media saat ini dapat memudahkan dalam mengobrol satu sama lain walau berlainan tempat. Tapi disadari atau tidak kalangan millenial memiliki banyak grup sehingga timbul perilaku yang berbeda di setiap grup yang ada. (semoga tidak muncul penyakit DID ya mari berharap guyssc😏)


   











                                 
  • Jagonya Multitasking
Kaum millenial punya mobilitas tinggi yang menyebabkan mereka mampu mengerjakan beberapa tugas bersamaan. Hal ini terjadi karena kebiasaan mereka karena memiliki pekerjaan banyak dan waktu mepet, wah berguna banget yah kemampuan yang satu ini.(yahh kalau berlebihan juga bahaya 😰😰😰)

Related image

  • Kritis Terhadap Fenomena Sosial
Bagaimana tidak, generasi muda menghabiskan banyak waktu untuk berselancar di dunia maya dengan perangkat pintarnya. Dari situlah mereka dihujani banyak informasi di seluruh dunia. Nah, tak heran kalau millennials sekarang lebih aktif untuk beropini di media sosial mengenai berita yang sedang hangat dibicarakan.(walau kebanyakan opini yang menyinggung 😫😫😫)
Image result for kritis terhadap fenomena sosial media

  •  Dikit-Dikit Posting
Kebiasaan kaum milenial ini yang paling banyak ditemui melalui sosial media. Para milenial lebih suka menghabiskan uang untuk mencari pengalaman baru ketimbang berinvestasi sehingga berdampak pada membagikan pengalaman mereka melalui sosial media untuk menunjukkan keberadaannya di dunia.

Image result for picture of millennials goods


Sebenarnya postingan ini hanya mengandung sedikit ciri dari begitu banyak ciri yang ada , saran penulis beberapa sifat dan ciri yang tak baik ditinggalkan saja seperti perilaku konsumtif dan hal lainnya. Gunakan lah perkembangan teknologi untuk mengembangkan wawasan, pengalaman, dan relasi. Jika hal itu berhasil maka kita dapat membuat kebermanfaatan bagi sesama. Ada beberapa contoh dari Generasi Millenial ini yaitu :
  1. Kevin Mintagara, Founder Bridestory Indonesia
  2. Ferry Unardi, Co-Founder & CEO Traveloka
  3. Nadiem Makarim, Co-Founder & CEO Gojek
  4. William Tanuwijaya, Co-Founder & CEO Tokopedia

Jumat, 07 Desember 2018

Makalah Neurosinece Psikologi


‘ NEUROSIENCE PSIKOLOGI’

Disusun Oleh :

Kelompok 8 

                                      Agoeng Pratama                     181301075
                                      Tasha Nabilla                          181301079
                                      Ike Wulandari                         181301091
                                      Ika Hanifah                             181301102
                                      Grace Trikana                         181301126



 





FAKULTAS PSIKOLOGI
Universitas Sumatera Utara
2018













BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pada zaman modern ini tidak ada orang yang tidak mengenal psikologi karena psikologi telah menyentuh semua aspek kehidupan mulai dari mengedipkan mata melakukan aktifitas sehari-hari. Kebiasaan ini dilakukan oleh saraf dengan sistem bantuan endoktrin.Banyak aspek dari perilaku dan fungsi mental kita dapat dipahami dengan lebih baik dengan mengetahui proses biologi dasar kemungkinan sistem saraf kita seperti organ indra, otot, dan kelenjar menyesuaikan diri dengan lingkungannya, sehingga persepsi kita di tiap peristiwa tergantung bagaimana organ indra kita mendeteksi rangsangan dan bagaimana otak kita menginterpretasikan informasi yang datang dari organ indra kita.
Perilaku yang timbul biasanya terjadi karena kebutuhan tertentu seperti rasa lapar, haus dan menghindari kelelahan atau nyeri. Kemampuan kita untuk berbahasa , berpikir, dan memecahkan masalah tergantung pada otak kita. Walaupun otak kita hanya sebesar dua persen dari keseluruhan berat tubuh  namun otak merupakan organ yang sangat rumit dan otak mengandung seratus miliar sel saraf.
Aspek lain dari biologi perilaku adalah studi tentang hubungan antara perilaku dan peristiwa-peristiwa mental-ingatan ( memori ), belajar, persepsi, motivasi dan bicara-dan proses dalam nervous system ( sistem syaraf ) khusunya dalam otak.
Pada makalah ini kita akan memusatkan perhatian pada organ karena organ lah yang melakukan kegiatan seperti melihat,membaca dan memahami. Otak juga yang bertanggungjawab bagi penelitian sehingga, sekaligus jadi bahan pembelajaran ketika anda memikirkan tentang berpikir maka anda melihatnyanya sebagai proses mental.



1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latarbelakang yang telah dijelaskan , maka dapat diambil beberapa rumusan masalah mengenai dasar-dasar biologis perilaku dalam psikologi yaitu :
1.   Bagaimana pengaruh system saraf terhadap perilaku manusia secara psikologi ? 
2.   Bagaimana pengaruh system endokrin terhadap perilaku manusia secara psikologi ? 
3. Bagaimana pengaruh faktor genetic terhadap prilaku manusia secara psikologi ?
















BAB II
PEMBAHASAN



Sistem syaraf kita terbagi menjadi dua, yaitu sistem syaraf pusat, yang terdiri dari sel-sel syaraf di otak dan di sumsum tulang belakang, serta sistem syaraf tepi (perifer )yang terdapat dalam semua organ lain dalam tubuh manusiaSistem syaraf pusat berfungsi mengkoordinasi perilaku. Perilaku yang kompleks di koordinasi oleh otak dan yang sederhana ( seperti refleks ) oleh sumsum tulang belakang.
Sistem syaraf tepi tidak memiliki fungsi koordinasi. Tugas utamanya adalah menyalurkan rangsang – rangsang yang diterima baik dari dalam maupun dari luar tubuh ke sistem syaraf pusat.Sel-sel syaraf yang menghantar impuls-impuls dari sistem syaraf tepi ke sistem syaraf pusat disebut afferent; dan yang menghantar impuls-impuls dari sistem syaraf pusat ke sistem tepi disebut efferent. 


A.    Bagian-bagian Sistem Syaraf
Sistem saraf memiliki dua bagian utama , yaitu:

a.       Central nervous system (CNS/sistem saraf pusat) CNS terletak di bagian tengkorak dan tulang belakang. Terdiri dari dua bagian utama, yaitu: otak dan sumsum tulang belakang.
b.       Peripheral Nervous System (PNS/sistem saraf perifer) PNS terletak di luar bagian tengkorak dan tulang belakang. Terdiri dari dua bagian utama, yaitu:
                                   I.       Somatic Nervous System (Sistem Saraf Somatis), yang mengatur interaksi tubuh dengan lingkungan luar. Terdiri dari dua macam saraf, yaitu:
·         Afferent Nerves (saraf aferen), yang membawa input sensoris dari reseptor di seluruh bagian tubuh, seperti kulit, kuping, mata, dan sebagainya ke CNS.
·         Efferent Nerves (saraf eferen), yang membawa sinyal dari CNS menuju otot.

                                II.       Autonomic Nervous System (Sistem SarafOtonom), adalah bagian dari PNS yang berfungsi mengatur kondisi internal manusia. Sistem Saraf Otonom inijuga terdiri dari saraf aferen dan eferen. Saraf Eferen dalam sistem saraf otonom terdiri dari:
·     Sympathetic Nerves (saraf simpatetik), yang menstimulasi, mengorganisasi, dan memobilisasi sumber-sumber energi dalam tubuh untuk menghadapi situasi yang menakutkanltidak menyenangkan
·     Parasymphatetic Nerves (saraf parasimpatetik), yang menyimpan energi dalam tubuh dan bereaksi dalam menghadapi situasi yang menyenangkan



B.  Otak Manusia
Otak memiliki ­+10 milyar sel syaraf atau + 90 % dari seluruh sel syaraf yang ada pada tubuh kita. Kalau tempurung kepala dibuka akan terlihat sebuah benda setengah padat, seperti jamur keriput, dan berwarna abu-abu kemerahan. Lapisan teratas yang tebalnya +1/2 inci, merupakan kumpulan berjuta-juta syaraf yang disebut Cortex. Inilah pusat pengelolaan segala hal kita pikirkan, rasakan, dan lakukan.
Penerimaan rangsang di hantar ke korteks melalui jalur sensoris dan perintah dari cortex ke organ-organ tubuh disalurkan lewat jalur motorik. Dalam cortex terdapat pusat bicara ( Daeraah Broca ), pusat penglihatan, dan pusat penciuman serta pengecapan.
Gangguan pada pusat ini akan mengakibatkan gangguan pada organ-organ yang bersangkutan.Bila otak dilihat dari atas, maka akan nampak dua bagian yang simetris. Kedua belahan yang nampaknya mirip benar ini di sebut hemisfer cerebrum kiri dan kanan. Hemisfer yang domonan disebut hemisfer mayor dan yang tidak domonan di sebut hemisfer monor.


2.2 Sistem Endokrin pada Manusia
1.      Pengertian Sistem Endokrin

    Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ lain. Sistem endokrin disusun oleh kelenjar-kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin mensekresikan senyawa kimia yang disebut hormon. Hormon merupakan senyawa protein atau senyawa steroid yang mengatur kerja proses fisiologis tubuh.

Sistem Endokrin disebut juga kelenjar buntu, yaitu kelenjar yang tidak mempunyai saluran khusus untuk mengeluarkan sekretnya. Sekret dari kelenjar endokrin dinamakan hormon.Dasar dari sistem endokrin adalah hormon dan kelenjar (glandula), sebagai senyawa kimia perantara, hormon akan memberikan informasi dan instruksi dari sel satu ke sel lainnya. Banyak hormon yang berbeda-beda masuk ke aliran darah, tetapi masing-masing tipe hormon tersebut bekerja dan memberikan pengaruhnya hanya untuk sel tertentu.

A.    Endocrine System : Chemical Messanger Of The Body
Sistem ini terdiri dari kelenjar sekresi yang mempunyai dua rangsangan atau pesan kimia yaitu;

·       Neuropeptida. Banyak kelenjar endokrin yang mengeluarkan neuropeptide kedalam aliran darah, ketika neuropeptide ini memengaruhi fungsi endokrin. Dengan demikian neuropeptide memungkinkan kelenjar endokrin berkomunikasi satu sama lain. Selain itu beberapa neuropeptide yang disekresikan oleh kelenjar endokrin untuk mencapai otak dan mempengaruhi system saraf. Dengan ini neuropeptide memainkan peran pentingnya dalam pengaturan stress, ikatan social, emosi , dan memori.(Feldman & lain-lain, 2007;Kandel & Abel,1995; Rosenkranks,2007; Skuse & Gallagher).
·       Hormon. Kelenjar endokrin juga mengsekresikan hormone kedalam aliran darah, dimana hormone-hormon tersebut dibawa melalui seluruh tubuh dan memengaruhi banyak system organ, termasuk otak (Forbes & Dahl,2010).

Pelepasan neuropeptide dan hormone oleh kelenjar endokrin diatur oleh beberapa system otak melalui hipotalamus (Taylor dan lain-lain,2003). Dengan demikian, kelenjar endokrin memberi jalan tambahan untuk otak dalam mengontrol organ tubuh. Hal ini berlaku terutama selama stress atau emosional.


2.3 Pengaruh Faktor Genetic terhadap Perilaku Manusia

A.    Genetik dan Perilaku
Genetika perilaku berkaitan dengan derajat dan hakikat landasan hereditas perilaku para ahli genetika perilaku , menganggap bahwa perilaku di bentuk oleh interaksi keturunan dan lingkungan (goldsmith,1994). Untuk mempelajari pengaruh keturunan perilaku terhadap perilaku,para ahli genetika sering menggunakan, studi anak kembar maupun studi anak angkat.
teori genetika dikembangkan oleh Gregor Mendelt, yang mendemostrasikan bahwa pewarisan sifat manusia terjadi melalui gen.Gen merupakan unit pewaris sifat, yang mempertahankan identitas, strukturalnya dari generasi ke generasi. Sifat-sifat gen antara lain mengandung informasi genetika, yang merupakan bagian dari kromosom. Kromosom berasal dari spermatozoom (laki-laki).
Dalam mempelajari pengaruh keturunan, (genetic), terhadap perilaku,sering digunakan studi anak kembar  dan anak angkat. Dalam studi anak kembar perilaku anak kembar identik dibandingkan perilaku anak kembar sepusat. Anak kembar identik berkembang dari satu sel telur tunggal yang dibuahi dan terpisah menjadi dua replica secara genetis identic. Lalu anak kembar sepusat berkembang dari sel telur yang terpisahyang membuat mereka secara genetic kurang sama, dibanding dengan anak kembar identik. Dengan membandingkan kelompok anak kembar identic dan sepusat, para ahli genetika dan perilaku menggunakan pengetahuan dasar bahwa anak kembar identic lebih mirip secara genetic disbanding anak kembar sepusat, dan kelompok anak-anak kembar tersebut walaupun sama secara identic, namun tingkah laku serta sifat-sifat alami mereka berbeda satu sama lain.
Secara tidak langsung , gen dapat memengaruhi perilaku dengan cara merubah kondisi lingkungan . Sebagai contoh, seseorang yang memiliki gen sebagai orang pemarah atau pemberontakan , maka orang lain bahkan orang tuanya akan menanganinya dengan keras. Perlakuan orang disekitarnya justru menambah kuat alasan kemarahannya. Dickens dan Flyn (2010) menyebutkan fenomena tersebut sebagai efek penggali ( multiplier effect ). Jika pengaruh genetik seseorang menghasilkan peningkatan atau pengurangan terhadap tingkah lakunya , maka lingkungan cenderung mengubah atau membentuk perilaku individu tersebut.
Selain itu , gen juga dapat mempengaruhi perilaku secara tidak langsung , misalnya, seseorang yang memiliki gen sebagai seorang yang memiliki karakter murah senyum dan ramah ketika bertemu orang lain,yang belum dikenalnya , dia akan tersenyum dan membuat orang lain pun tersenyum kepadanya. Lalu,penelitian mengungkapkan bahwa semua aspek didalam tubuh serta banyak perilaku manusia yang berkaitan erat dengan pewarisan sifat (genetic).



BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan& Saran

Kesimpulan yang dapat di ambil dari isi makalah ini, yaitu :

1.      Psikologi merupakan ilmu yang tidak terlepas dari ilmu-ilmu lainnya , dimana psikologi masih memiliki hubungan dengan beberapa ilmu lainnya seperti ilmu biologi, ilmu politik, ilmu sosiologi, ilmu filsafat , dan ilmu komunikasi.
2.      Dalam ilmu biologi, ada sub pembelajaran yang disebut antropobiologi. Pada antropobiologi ini tidak mempelajari tentang proses-proses kejiwaan, dan inilah yang dipelajari oleh psikologi.
3.      Gen atau hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin berkaitan erat dengan pewarisan sifat manusia serta perilaku manusia tersebut secara langsung maupun tidak langsung.

Saran penulis sesuai dengan makalah ini yaitu ;

1.      Penulis sarankan kepada teman-teman untuk lebih memahami mengenai hubungan psikologi dengan ilmu-ilmu lainnya agar tidak terjadi kerancauan.
2.      Penulis menyarankan kepada teman-teman untuk lebih mengenal kegunaan ilmu biologi dalam menghubungkannya dengan ilmu psikologi.








DAFTAR PUSTAKA

Prawira, Purwa.A. 2010. Psikologi Umum dengan Perspektif Baru.Yogyakarta : Ar-Ruz Media
Santrok, John.W. 2002. Life-span Development. Jakarta : Erlangga
Lahey, B.B. (2009). Psychology: An Introduction. 1th Edition. Chicago: McGraw Hill.