Era, masa yang terus bergerak maju tapi terkadang kita manusia sering terjebak didalam arus perkembangan era itu sendiri, ada yang tertinggal , ada yang terlalu menikmati sehingga meninggalkan kehidupan sosial dan menanggalkan moralnya demi menikmati era itu sendiri yang belum tentu menyediakan kebutuhan atau rasa aman. Era mengubah kita, membuat kita acuh, ego, masa bodoh, dan tamak.
Era itu tak berperasaan kawan, dia hanya maju tanpa melihat keadaan kita. Kita hanya akan menderita terus menerus didunia ini saat kita mengejarnya. Penyebab kita mengejar era adalah kelemahan alami manusia. Kelemahan kita adalah ego diri, diri kita sudah tercipta lemah dengan semua kerapuhan yang telah tertanam. Musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri , akal menghancurkan, perasaan berkhianat, itulah proses tumbuh manusia walau pahit tapi itu pasti dialami tiap-tiap dari kita.
Lantas bagaimana cara kita menghadapi diri kita sendiri ?
Menurut penulis pribadi kesadaran diri dan menerima diri apa adanya ialah kunci jawaban dari masalah umum tapi mendalam ini. Kita harus mulai mengerti diri sendiri, menyadari kesalahan dan kebaikan yang pernah kita lakukan, kemampuan dan ketidakmampuan kita, tindakan kita , perasaan kita dan tujuan hidup kita. Mari kita mulai mencari semua itu keberadaan dan nilai kita hidup selama ini apakah kita hidup untuk diri sendiri atau keluarga atau orang lain atau untuk Sang Maha Pencipta Allah SWT. Kita sering merasa sendiri, sepi dan hampa padahal kita memiliki semuanya keluarga, harta, tahta atau hal lain di "dunia" ini yang berguna lagi berharga , itu terjadi karenaketidakmampuan ketidakmauan kita dalam mencari kesadaran diri.
Kenapa seperti itu ?
Itulah manusia , mudah teralihkan. Padahal hal-hal buruk juga bagian dari hidup, justru keburukan itu yang menyebabkan kita berusaha, bergerak, mencari jati diri dan kesadaran. Tapi apa yang kita lakukan selama ini ? hanya satu yang selalu kita lakukan yaitu...
KITA EGO
Tidak mau tahu, tidak mau mengerti, tidak mau memahami, acuh, abai. Padahal kita bisa saling membantu mencari kesadaran itu tapi apa yang kita lakukan, hanya tindakan acuh yang kita lakukan. Rasa senang yang didapatkan mengalihkan semuanya alhasil kita hanya manusia tanpa arti yang merusak hidup kita sendiri, merusak hidup orang lain. Memutuskan harapan dan kepercayaan orang lain sudah biasa bagi manusia pengejar era.
Kuminta kawan jangan terbawa hanyut era, lawanlah, lawan dengan segenap kemampuanmu. Jangan menyerah pada keadaan ,bangkitlah.Ubahlah dirimu, buatlah langka pertama yang dikata orang sungguh berat, majulah lawan dirimu, jangan berhenti ditengah jalan. jangan ragu terus maju, jadilah dirimu sendiri.
Dengan menjadi diri sendiri kita bisa menyadari siapa diri kita sebenarnya. Juga cintailah dirimu sendiri dengan begitu kamu tahu bahwa dirimu juga bernilai.
Kesimpulannya adalah kita harus tahu, sadar, paham, menerima, dan mencintai diri kita sendiri agar kita menjadi apa itu manusia yang bermartabat dan berguna. Sehingga kita bisa menghadapi dunia dan era-era didalamnya. Kita adalah makhluk yang telah diberi kebebasan oleh Allah untuk menentukan apakah kita akan menjadi berguna atau tidak, semua kembali kepada kita sendiri. Penulis harap postingan ini ada manfaatnya untuk kita semua walau sedikit terutama penulis sendiri. Jadi semua bergantung pada dirimu sendiri, pemulis sendiri ingin bermartabat dan berguna.
So what's your answer ?
Era itu tak berperasaan kawan, dia hanya maju tanpa melihat keadaan kita. Kita hanya akan menderita terus menerus didunia ini saat kita mengejarnya. Penyebab kita mengejar era adalah kelemahan alami manusia. Kelemahan kita adalah ego diri, diri kita sudah tercipta lemah dengan semua kerapuhan yang telah tertanam. Musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri , akal menghancurkan, perasaan berkhianat, itulah proses tumbuh manusia walau pahit tapi itu pasti dialami tiap-tiap dari kita.
Lantas bagaimana cara kita menghadapi diri kita sendiri ?
Menurut penulis pribadi kesadaran diri dan menerima diri apa adanya ialah kunci jawaban dari masalah umum tapi mendalam ini. Kita harus mulai mengerti diri sendiri, menyadari kesalahan dan kebaikan yang pernah kita lakukan, kemampuan dan ketidakmampuan kita, tindakan kita , perasaan kita dan tujuan hidup kita. Mari kita mulai mencari semua itu keberadaan dan nilai kita hidup selama ini apakah kita hidup untuk diri sendiri atau keluarga atau orang lain atau untuk Sang Maha Pencipta Allah SWT. Kita sering merasa sendiri, sepi dan hampa padahal kita memiliki semuanya keluarga, harta, tahta atau hal lain di "dunia" ini yang berguna lagi berharga , itu terjadi karena
Kenapa seperti itu ?
Itulah manusia , mudah teralihkan. Padahal hal-hal buruk juga bagian dari hidup, justru keburukan itu yang menyebabkan kita berusaha, bergerak, mencari jati diri dan kesadaran. Tapi apa yang kita lakukan selama ini ? hanya satu yang selalu kita lakukan yaitu...
KITA EGO
Tidak mau tahu, tidak mau mengerti, tidak mau memahami, acuh, abai. Padahal kita bisa saling membantu mencari kesadaran itu tapi apa yang kita lakukan, hanya tindakan acuh yang kita lakukan. Rasa senang yang didapatkan mengalihkan semuanya alhasil kita hanya manusia tanpa arti yang merusak hidup kita sendiri, merusak hidup orang lain. Memutuskan harapan dan kepercayaan orang lain sudah biasa bagi manusia pengejar era.
Kuminta kawan jangan terbawa hanyut era, lawanlah, lawan dengan segenap kemampuanmu. Jangan menyerah pada keadaan ,bangkitlah.Ubahlah dirimu, buatlah langka pertama yang dikata orang sungguh berat, majulah lawan dirimu, jangan berhenti ditengah jalan. jangan ragu terus maju, jadilah dirimu sendiri.
Dengan menjadi diri sendiri kita bisa menyadari siapa diri kita sebenarnya. Juga cintailah dirimu sendiri dengan begitu kamu tahu bahwa dirimu juga bernilai.
Kesimpulannya adalah kita harus tahu, sadar, paham, menerima, dan mencintai diri kita sendiri agar kita menjadi apa itu manusia yang bermartabat dan berguna. Sehingga kita bisa menghadapi dunia dan era-era didalamnya. Kita adalah makhluk yang telah diberi kebebasan oleh Allah untuk menentukan apakah kita akan menjadi berguna atau tidak, semua kembali kepada kita sendiri. Penulis harap postingan ini ada manfaatnya untuk kita semua walau sedikit terutama penulis sendiri. Jadi semua bergantung pada dirimu sendiri, pemulis sendiri ingin bermartabat dan berguna.
So what's your answer ?
" For me, life is something that we can understand yet we don't understand. But if you persist you can learn it by looking at yourself."





