Jumat, 07 Desember 2018

Makalah Neurosinece Psikologi


‘ NEUROSIENCE PSIKOLOGI’

Disusun Oleh :

Kelompok 8 

                                      Agoeng Pratama                     181301075
                                      Tasha Nabilla                          181301079
                                      Ike Wulandari                         181301091
                                      Ika Hanifah                             181301102
                                      Grace Trikana                         181301126



 





FAKULTAS PSIKOLOGI
Universitas Sumatera Utara
2018













BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pada zaman modern ini tidak ada orang yang tidak mengenal psikologi karena psikologi telah menyentuh semua aspek kehidupan mulai dari mengedipkan mata melakukan aktifitas sehari-hari. Kebiasaan ini dilakukan oleh saraf dengan sistem bantuan endoktrin.Banyak aspek dari perilaku dan fungsi mental kita dapat dipahami dengan lebih baik dengan mengetahui proses biologi dasar kemungkinan sistem saraf kita seperti organ indra, otot, dan kelenjar menyesuaikan diri dengan lingkungannya, sehingga persepsi kita di tiap peristiwa tergantung bagaimana organ indra kita mendeteksi rangsangan dan bagaimana otak kita menginterpretasikan informasi yang datang dari organ indra kita.
Perilaku yang timbul biasanya terjadi karena kebutuhan tertentu seperti rasa lapar, haus dan menghindari kelelahan atau nyeri. Kemampuan kita untuk berbahasa , berpikir, dan memecahkan masalah tergantung pada otak kita. Walaupun otak kita hanya sebesar dua persen dari keseluruhan berat tubuh  namun otak merupakan organ yang sangat rumit dan otak mengandung seratus miliar sel saraf.
Aspek lain dari biologi perilaku adalah studi tentang hubungan antara perilaku dan peristiwa-peristiwa mental-ingatan ( memori ), belajar, persepsi, motivasi dan bicara-dan proses dalam nervous system ( sistem syaraf ) khusunya dalam otak.
Pada makalah ini kita akan memusatkan perhatian pada organ karena organ lah yang melakukan kegiatan seperti melihat,membaca dan memahami. Otak juga yang bertanggungjawab bagi penelitian sehingga, sekaligus jadi bahan pembelajaran ketika anda memikirkan tentang berpikir maka anda melihatnyanya sebagai proses mental.



1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latarbelakang yang telah dijelaskan , maka dapat diambil beberapa rumusan masalah mengenai dasar-dasar biologis perilaku dalam psikologi yaitu :
1.   Bagaimana pengaruh system saraf terhadap perilaku manusia secara psikologi ? 
2.   Bagaimana pengaruh system endokrin terhadap perilaku manusia secara psikologi ? 
3. Bagaimana pengaruh faktor genetic terhadap prilaku manusia secara psikologi ?
















BAB II
PEMBAHASAN



Sistem syaraf kita terbagi menjadi dua, yaitu sistem syaraf pusat, yang terdiri dari sel-sel syaraf di otak dan di sumsum tulang belakang, serta sistem syaraf tepi (perifer )yang terdapat dalam semua organ lain dalam tubuh manusiaSistem syaraf pusat berfungsi mengkoordinasi perilaku. Perilaku yang kompleks di koordinasi oleh otak dan yang sederhana ( seperti refleks ) oleh sumsum tulang belakang.
Sistem syaraf tepi tidak memiliki fungsi koordinasi. Tugas utamanya adalah menyalurkan rangsang – rangsang yang diterima baik dari dalam maupun dari luar tubuh ke sistem syaraf pusat.Sel-sel syaraf yang menghantar impuls-impuls dari sistem syaraf tepi ke sistem syaraf pusat disebut afferent; dan yang menghantar impuls-impuls dari sistem syaraf pusat ke sistem tepi disebut efferent. 


A.    Bagian-bagian Sistem Syaraf
Sistem saraf memiliki dua bagian utama , yaitu:

a.       Central nervous system (CNS/sistem saraf pusat) CNS terletak di bagian tengkorak dan tulang belakang. Terdiri dari dua bagian utama, yaitu: otak dan sumsum tulang belakang.
b.       Peripheral Nervous System (PNS/sistem saraf perifer) PNS terletak di luar bagian tengkorak dan tulang belakang. Terdiri dari dua bagian utama, yaitu:
                                   I.       Somatic Nervous System (Sistem Saraf Somatis), yang mengatur interaksi tubuh dengan lingkungan luar. Terdiri dari dua macam saraf, yaitu:
·         Afferent Nerves (saraf aferen), yang membawa input sensoris dari reseptor di seluruh bagian tubuh, seperti kulit, kuping, mata, dan sebagainya ke CNS.
·         Efferent Nerves (saraf eferen), yang membawa sinyal dari CNS menuju otot.

                                II.       Autonomic Nervous System (Sistem SarafOtonom), adalah bagian dari PNS yang berfungsi mengatur kondisi internal manusia. Sistem Saraf Otonom inijuga terdiri dari saraf aferen dan eferen. Saraf Eferen dalam sistem saraf otonom terdiri dari:
·     Sympathetic Nerves (saraf simpatetik), yang menstimulasi, mengorganisasi, dan memobilisasi sumber-sumber energi dalam tubuh untuk menghadapi situasi yang menakutkanltidak menyenangkan
·     Parasymphatetic Nerves (saraf parasimpatetik), yang menyimpan energi dalam tubuh dan bereaksi dalam menghadapi situasi yang menyenangkan



B.  Otak Manusia
Otak memiliki ­+10 milyar sel syaraf atau + 90 % dari seluruh sel syaraf yang ada pada tubuh kita. Kalau tempurung kepala dibuka akan terlihat sebuah benda setengah padat, seperti jamur keriput, dan berwarna abu-abu kemerahan. Lapisan teratas yang tebalnya +1/2 inci, merupakan kumpulan berjuta-juta syaraf yang disebut Cortex. Inilah pusat pengelolaan segala hal kita pikirkan, rasakan, dan lakukan.
Penerimaan rangsang di hantar ke korteks melalui jalur sensoris dan perintah dari cortex ke organ-organ tubuh disalurkan lewat jalur motorik. Dalam cortex terdapat pusat bicara ( Daeraah Broca ), pusat penglihatan, dan pusat penciuman serta pengecapan.
Gangguan pada pusat ini akan mengakibatkan gangguan pada organ-organ yang bersangkutan.Bila otak dilihat dari atas, maka akan nampak dua bagian yang simetris. Kedua belahan yang nampaknya mirip benar ini di sebut hemisfer cerebrum kiri dan kanan. Hemisfer yang domonan disebut hemisfer mayor dan yang tidak domonan di sebut hemisfer monor.


2.2 Sistem Endokrin pada Manusia
1.      Pengertian Sistem Endokrin

    Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ lain. Sistem endokrin disusun oleh kelenjar-kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin mensekresikan senyawa kimia yang disebut hormon. Hormon merupakan senyawa protein atau senyawa steroid yang mengatur kerja proses fisiologis tubuh.

Sistem Endokrin disebut juga kelenjar buntu, yaitu kelenjar yang tidak mempunyai saluran khusus untuk mengeluarkan sekretnya. Sekret dari kelenjar endokrin dinamakan hormon.Dasar dari sistem endokrin adalah hormon dan kelenjar (glandula), sebagai senyawa kimia perantara, hormon akan memberikan informasi dan instruksi dari sel satu ke sel lainnya. Banyak hormon yang berbeda-beda masuk ke aliran darah, tetapi masing-masing tipe hormon tersebut bekerja dan memberikan pengaruhnya hanya untuk sel tertentu.

A.    Endocrine System : Chemical Messanger Of The Body
Sistem ini terdiri dari kelenjar sekresi yang mempunyai dua rangsangan atau pesan kimia yaitu;

·       Neuropeptida. Banyak kelenjar endokrin yang mengeluarkan neuropeptide kedalam aliran darah, ketika neuropeptide ini memengaruhi fungsi endokrin. Dengan demikian neuropeptide memungkinkan kelenjar endokrin berkomunikasi satu sama lain. Selain itu beberapa neuropeptide yang disekresikan oleh kelenjar endokrin untuk mencapai otak dan mempengaruhi system saraf. Dengan ini neuropeptide memainkan peran pentingnya dalam pengaturan stress, ikatan social, emosi , dan memori.(Feldman & lain-lain, 2007;Kandel & Abel,1995; Rosenkranks,2007; Skuse & Gallagher).
·       Hormon. Kelenjar endokrin juga mengsekresikan hormone kedalam aliran darah, dimana hormone-hormon tersebut dibawa melalui seluruh tubuh dan memengaruhi banyak system organ, termasuk otak (Forbes & Dahl,2010).

Pelepasan neuropeptide dan hormone oleh kelenjar endokrin diatur oleh beberapa system otak melalui hipotalamus (Taylor dan lain-lain,2003). Dengan demikian, kelenjar endokrin memberi jalan tambahan untuk otak dalam mengontrol organ tubuh. Hal ini berlaku terutama selama stress atau emosional.


2.3 Pengaruh Faktor Genetic terhadap Perilaku Manusia

A.    Genetik dan Perilaku
Genetika perilaku berkaitan dengan derajat dan hakikat landasan hereditas perilaku para ahli genetika perilaku , menganggap bahwa perilaku di bentuk oleh interaksi keturunan dan lingkungan (goldsmith,1994). Untuk mempelajari pengaruh keturunan perilaku terhadap perilaku,para ahli genetika sering menggunakan, studi anak kembar maupun studi anak angkat.
teori genetika dikembangkan oleh Gregor Mendelt, yang mendemostrasikan bahwa pewarisan sifat manusia terjadi melalui gen.Gen merupakan unit pewaris sifat, yang mempertahankan identitas, strukturalnya dari generasi ke generasi. Sifat-sifat gen antara lain mengandung informasi genetika, yang merupakan bagian dari kromosom. Kromosom berasal dari spermatozoom (laki-laki).
Dalam mempelajari pengaruh keturunan, (genetic), terhadap perilaku,sering digunakan studi anak kembar  dan anak angkat. Dalam studi anak kembar perilaku anak kembar identik dibandingkan perilaku anak kembar sepusat. Anak kembar identik berkembang dari satu sel telur tunggal yang dibuahi dan terpisah menjadi dua replica secara genetis identic. Lalu anak kembar sepusat berkembang dari sel telur yang terpisahyang membuat mereka secara genetic kurang sama, dibanding dengan anak kembar identik. Dengan membandingkan kelompok anak kembar identic dan sepusat, para ahli genetika dan perilaku menggunakan pengetahuan dasar bahwa anak kembar identic lebih mirip secara genetic disbanding anak kembar sepusat, dan kelompok anak-anak kembar tersebut walaupun sama secara identic, namun tingkah laku serta sifat-sifat alami mereka berbeda satu sama lain.
Secara tidak langsung , gen dapat memengaruhi perilaku dengan cara merubah kondisi lingkungan . Sebagai contoh, seseorang yang memiliki gen sebagai orang pemarah atau pemberontakan , maka orang lain bahkan orang tuanya akan menanganinya dengan keras. Perlakuan orang disekitarnya justru menambah kuat alasan kemarahannya. Dickens dan Flyn (2010) menyebutkan fenomena tersebut sebagai efek penggali ( multiplier effect ). Jika pengaruh genetik seseorang menghasilkan peningkatan atau pengurangan terhadap tingkah lakunya , maka lingkungan cenderung mengubah atau membentuk perilaku individu tersebut.
Selain itu , gen juga dapat mempengaruhi perilaku secara tidak langsung , misalnya, seseorang yang memiliki gen sebagai seorang yang memiliki karakter murah senyum dan ramah ketika bertemu orang lain,yang belum dikenalnya , dia akan tersenyum dan membuat orang lain pun tersenyum kepadanya. Lalu,penelitian mengungkapkan bahwa semua aspek didalam tubuh serta banyak perilaku manusia yang berkaitan erat dengan pewarisan sifat (genetic).



BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan& Saran

Kesimpulan yang dapat di ambil dari isi makalah ini, yaitu :

1.      Psikologi merupakan ilmu yang tidak terlepas dari ilmu-ilmu lainnya , dimana psikologi masih memiliki hubungan dengan beberapa ilmu lainnya seperti ilmu biologi, ilmu politik, ilmu sosiologi, ilmu filsafat , dan ilmu komunikasi.
2.      Dalam ilmu biologi, ada sub pembelajaran yang disebut antropobiologi. Pada antropobiologi ini tidak mempelajari tentang proses-proses kejiwaan, dan inilah yang dipelajari oleh psikologi.
3.      Gen atau hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin berkaitan erat dengan pewarisan sifat manusia serta perilaku manusia tersebut secara langsung maupun tidak langsung.

Saran penulis sesuai dengan makalah ini yaitu ;

1.      Penulis sarankan kepada teman-teman untuk lebih memahami mengenai hubungan psikologi dengan ilmu-ilmu lainnya agar tidak terjadi kerancauan.
2.      Penulis menyarankan kepada teman-teman untuk lebih mengenal kegunaan ilmu biologi dalam menghubungkannya dengan ilmu psikologi.








DAFTAR PUSTAKA

Prawira, Purwa.A. 2010. Psikologi Umum dengan Perspektif Baru.Yogyakarta : Ar-Ruz Media
Santrok, John.W. 2002. Life-span Development. Jakarta : Erlangga
Lahey, B.B. (2009). Psychology: An Introduction. 1th Edition. Chicago: McGraw Hill.







 Saya berharap agar makalah Neurosience Psikologi ini dapat membantu teman-teman dalam memahami sedikit tentang apa itu neurosience dalam psikologi











17 komentar:

  1. Agung, coba cermati tata letak postinganmu ya...
    Supaya pembaca tertarik dan tidak lebih membacanya.
    Terima kasih.

    BalasHapus
  2. Sangat bermanfaat makalahya👍🏻

    BalasHapus
  3. Bagus makalahnya, sangat membantu 👍👍

    BalasHapus
  4. Terima kasih. Sangat membantu saya untuk tugas minggu depan!

    BalasHapus
  5. Ternyata psikologi mengandung unsur biologi 😂

    BalasHapus
  6. Terima kasih, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  7. Backgroundnya diganti aja, tapi kontekontennya bagus.. Lengkap.

    Ezra :)

    BalasHapus
  8. Nice goengg.Lebih ditingkatkan lagi ya.

    BalasHapus